17 Desember 2020.
Ayu Rahmawati
Deskripsi Biografi : Ibu
Tokoh Idolaku
Assalamu’alaikum Warahmatullahi ta’ala wabarakatuh.
Perkenalkan namaku Ayu Rahmwati. Aku ingin memperkenalkan seseorang yaitu Ibu. Ibu ku pahlawanku, yang telah berjuang melahirkan ku kedunia. Aku menigidolakan ibu ku, seseorang yang paling berjasa dan berperan penting dalam hidup ku ini. Jasa nya sungguh tak terhingga, pengorbanaan nya tak bisa ditebus sampai kapan pun. Bagiku Ibu adalah seorang teman yang tak pernah meninggal kan ku dikala sedih maupun senang. Menjadi teman curhat segala keluh kesah ku. Orang yang pertama ada di sampingku untuk selalu mendukung segala yang ku lakukan. Jika ada masalah ia selalu menasehatiku. Ibu ku lahir pada tanggal 10 Agustus 1970, di Sumber Agung. manjadi anak ke 4 dari keluarga sederhana, Dengan penuh kasih sayang. Sekarang beliau menginjak umur 50 tahun. Di umur ke 50 tahun ini, ibu tak sesahat dulu, sekarang beliau lebih sering merasa lelah jika melakukan pekerjaan, dan tenaga yang semakin berkurang dengan bertambah nya umur.
Ibuku tak begitu cantik, kulit nya berwarna kuning langsat, dan hidung yang sedikit mancung, mata bulat dan senyum yang indah. Memiliki tinggi badan 160cm dengan postur tubuh tidak gendut dan tidak kurus pula. karena setiap manusia tidak bisa di lihat dari fisik nya saja namun, kebaikan hati nya lah yang membuat beliau terlihat begitu cantik. Dan ia juga telah membuat Ayaku Jatuh hati serta memilih nya untuk menjadi Istri. Selalu menggunakan hijab jika berpergian, dan berpenampilan sederhana. Tak pernah membeli barang mahal untuk keperluan pribadi, beliau selalu mempriotas kan anak-anak nya.
Ibu Menjadi penyemangat di setiap langkah yang akan ku kumulai. Memberi semangat di setiap perjuangan yang kulakukan. Selalu mendukung apa yang memang menurut ku baik. Memberi pundak untuk bersandar dan telinga yang siap mendengar kan segala keluh kesah.
Walaupun Ibu sering mengomel tapi itu lah cara beliau menunjukan perhatian kepada anak nya. Dengan penuh kasih sayang beliau merawat ku hingga dewasa tanpa ada kata lelah. Tak pernah menuntut ku untuk menjadi apa yang ia ingin kan. Dan tak pernah sedikit pun meminta untuk mengembalikan apa yang beliau berikan selama ini pada anak-anak nya.
Ibu adalah orang yang pertama kali mendidik ku, dari kecil beliau mengajar kan agama Islam, mulai dari awal mengenal huruf hijaiyah hingga aku dapat membaca Al-Qur’an. Ibu yang selalu mengajak ku untuk mengingat sang pencipta, yang selalu membangun kan ku di kala adzan berkumandang.
Beliau berkata pada ku “ luangkan lah waktu mu sedikit untuk mengaji setiap selsai sholat subuh, walaupun hanya 1 ayat saja. Namun, lebih banyak lebih bagus” kata nya sambil membawa mukenah bersiap untuk sholat. Walaupun Ibu bukan orang yang pandai agama, tapi ibu selalu berusaha untuk menjaga sholat dan tak pernah meninggalkan kewajiban.
Aku selalu mengingat perkataan yang telah ia ucapkan dan melakukan nya, karena aku yakin jika memang itu lah yang terbaik. Membaca Al-quran di waktu subuh hari juga dapat membantu meningkat kan otak, pikir ku. Selain itu dahsyat nya manfaat membaca Al-quran di waktu subuh menurut hasil uji coba para ahli, Al-Quran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Laporan penelitian ini telah di sampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam.
Ibu ku luar biasa hebat, aku tak pernah membayang kan bagaimana hidupku tanpa Ibu. Ibu berperan penting dalam hidupku, ketika aku lelah ia denga ikhlas mencucuikan pakaian ku. Ketika aku sakit ia merawat hingga sembuh.
Setiap hari Ibu membuat serapan untuk Ayah dan anak-anak nya. Masakan nya sangat enak, lebih enak di banding makanan di restoran bintang 5. Kata Ibu “ Resep makanan enak itu membuat menggunkan kasih sayang dan keikhlasan ”. Ibu juga selalu menyiapkan dan membuatkan bekal waktu aku sekolah, dan kata teman-teman ku “ Rajin sekali Ibu mu pagi-pagi sudah masak enak pula, besok bawa nya lebih banyak yaah” ungkap salah satu teman ku sambil menyendok mkanan bekal ku ke mulut nya.
Setiap memasukan sayur, lauk dan nasi Ibu menambah porsi jadi lebih banyak, untuk di makan beramai-ramai. Ibu ku tak menyukai makanan pedas, tapi beliau selalu memasakan kan ku makanan pedas, karena kebetulan aku adalah pencinta makanan pedas. Ibu ku juga masak untuk kakak ku yang tak menyukai pedas. ia selalu adil tak pernah membeda-bedakan.
Dibalik hijab Ibu yang rapi terdapat rambut putih yang mulai tumbuh, menandakan beliau sudah tak muda lagi. Dahi nya sudah muncul keriputan. Walaupun ibu sudah tak muda, beliau tidak pernah mengeluh sedikit pun dan masih tetap semangat bekerja. Ia memiliki karakter pekerja keras dan tidak mudah menyerah dalam mengadapi hidup. Seorang yang cepat dalam bekerja, tidak pernah lelet, aku pun di ajar kan untuk menjadi seperti dirinya. Ibu ku adalah penjual kue di kantin sekolah yang berada dekat rumah. setiap hari ia membuat kue dengan semangat yang menggebu untuk meringankan beban ayah. Tapi di kala pandemi ini semua sekolah tutup dan libur, membuat ia rindu mengadon kue. Hingga akhir nya ia pun membuat untuk kami makan dirumah. Kue yang ia buat sangat lah enak. Ibu ku pun sudah tak berjualan lagi, tapi segala pekerjaan halal selalu ia lakukan.
Sekarang ibu ku beristirahat dirumah karena sering jatuh sakit. Aku selalu mendo'a kan nya agar beliau dapat beraktivitas seperti biasa. Aku dan adik ku lah yang merawat nya. Dikala ibu sakit. Aku belajar memasak, lumayan keteteran dan menyadarkan diri bahwa menjadi Ibu tidak lah mudah.
Sering kali ia marah karena aku pulang larut malam. Sebenarnya ia tak mngizinkan ku untuk jalan-jalan, tapi dengan jurus rayuan maut akhirnya ia pun luluh. Walau kadang aku sering membuat nya marah, tapi ia tak pernah mengurangi sedikit pun kasih sayang nya.
Ibu ku luar biasa hebat, aku tak pernah membayang kan bagaimana hidupku tanpa Ibu. Aku bangga terhadap ibu ku, hingga aku ingin menjadi seperti nya. Perjuangannya, kegigihanya, bahkan nyawanya menjadi taruhan. Tak ada kata sedikit pun terlintas difikiran dan hati menyesal memiliki Ibu seperti mu. Tak dapat kurangkai dengan kata atas segala kebaikan dan ketulusan yang telah engkau berikan. Cinta dan ketulusan hati nya adalah pedoman hidupku. Semua yang ada dalam dirinya memberikan makna sangat berharga untuk hidup ku.
Aku belum dapat membalas segala jasa yang beliau berikan selama ini. Aku hanya bisa berdo'a semoga Allah dapat membalas jasa yang telah di berikan dan tetap dalam lindungan nya selalu. Amiiiiiin.
Terimkasih sudah mampir di blog ke-4 ku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar